All for Joomla All for Webmasters
Rifai

Rifai

PANGKEP, Diskominfo -- Ketersedin air bersih di Pangkep yang sangat terbatas menjadi salah satu penyebab tingginya angka kemiskinan. Tugas berat pun diemban PDAM Pangkep dan pemerintah setempat untuk mengatasi ketersedian air bersih.

Tujuh sumber air yang dimanfaatkan PDAM Pangkep selama ini pun belum maksimal. Penyebabnya, kapasitas air yang belum maksimal serta banyaknya pipa induk yang bocor baik disengaja oleh masyarakat maupun kerusakan akibat pipa sudah tua.

Hal ini pun menjadi landasan dari PDAM Pangkep untuk mencari solusi terbaru guna memenuhi kebutuhan air di Pangkep. Pembuatan Instalasi Pengolahan Air (IPA) di sungai Desa Mangilu pun menjadi solusi.

Dia sana, ketersedian air sangat sangat melimpah, utamanya di saat musim kemarau. Posisinya di ketinggian pun diyakini bisa dengan cepat menyebar ke masyarakat.

Direktur PDAM Pangkep, Andi Yatrib Pare meminta pihak terkait utamanya Dinas Tata Ruang agar segera melakukan survei di sungai Mangilu. Sebab pihaknya telah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian PUPR guna pengucuran dana hibah hingga Rp27 miliar untuk pembangunan IPA.

"Kita sudah dijanji. Insya Allah kita akan maksimalkan sumber di Mangilu guna memenuhi kebutuhan air bersih di masyarakat. Di sana nanti akan ada induk yang difungsikan dan mengalirkan air bersih ke masyarakat," katanya saat menggelar pertemuan dengan Dinas Tata Ruang di Warkop Sambalu, Senin, 13 Januari 2020.

Dengan berfungsinya IPA induk Mangilu, maka masyarakat akan mendapatkan air bersih langsung. Bukan lagi air dari sumber air yang tak terfilter secara sempurna. "Selama ini kan air yang digunakan masyarakat langsung dari sumber. Jadi kalau di mangilu nanti itu airnya bersih dan jernih, biarpun di musim hujan. Sebab akan ada filter besar berupa IPA," katanya.

Kepala Dinas Tata Ruang Pangkep, Sunandar menambahkan bahwa timnya akan segera turun untuk melakukan survei. Hasilnya nanti yang akan dilaporkan ke kementerian guna pembanguan IPA.

"Kita memang butuh terobosan baru untuk mengatasi ketersedian air bersih. Selain IPA, kita tetap berharap PDAM memaksimalkan sumber-sumber yang telah ada dan terus memaksimalkannya. Terkait perbaikan Prasana hingga peremajaan instalasi kami dari dinas Tata Ruang akan berusaha membantu agar persoalan air bersih teratasi. Sebab ketersediaan air bersih yang terbatas menjadi penyebab indikatornkemisiknan di Pangkep," katanya. (Mcpangkajene)

Thursday, 16 January 2020 00:00

KPU Buka Pendaftaran  PPK

PANGKEP, Diskominfo --  Komisi Pemilihan Umum(KPU) Pangkep membuka pendaftaran calon panitia pemilihan kecamatan(PPK) yang nantinya akan bertugas selama tahapan pemilu kada Pangkep.
 
Komisioner KPU Pangkep, Saiful Mujib, mengatakan pihaknya membutuhkan 65 orang PPK yang akan bekerja selama 9 bulan, terhitung mulai Maret hingga November 2020.
 
"Bagi masyarakat yang berminat menjadi penyelenggara pemilu, khususnya PPK, bisa datang ke kantor KPU Pangkep atau mengakses di website dan juga media sosial KPU Pangkep untuk mengetahui syarat dan ketentuan lebih lanjut untuk menjadi anggota PPK," ujar Mujib, Rabu, (15/1/20).
 
Dikatakan Mujib, pendaftaran peserta sendiri dibuka mulai tanggal 18 sampai tanggal 24 Januari, dilanjutkan dengan seleksi administrasi. Setelah seleksi administrasi, peserta yang lolos akan mengikuti tes tulis.
 
"Dari tes tulis ini kita akan ambil sepuluh orang per kecamatan. Kesepuluh orang tersebut akan mengikuti proses wawancara, dan tanggapan masyarakat, hingga akhirnya didapatkan lima orang nilai tertinggi. Jadi lima orang yang lolos bekerja, yang lima jadi cadangan,"sambungnya.
 
Lanjut dikatakannya, dari tahapan rekrutmen ini, yang tak kalah penting adalah tanggapan masyarakat. Ia berharap masyarakat Pangkep turut serta menjaga jalannya perekrutan sehingga melahirkan PPK-PPK yang professional dan berintegritas. 
 
"Selain pengawasan dari Bawaslu, kami juga berharap masyarakat turut mengawasi dan menjaga rekrutmen PPK ini, agar betul-betul sesuai mekanisme dan menghasilkan orang-orang yang professional dan berintegritas," jelas Mujib. (Mcpangkajene)
Thursday, 16 January 2020 00:00

PMII STAI DDI Pangkep Deklarasi Pemilu Damai

PANGKEP, Diskominfo - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat STAI DDI Pangkep, deklarasikan pemilu damai, kamis (16/01). Mereka menyatakan sikap siap mendukung dan mensukseskan Pilkada damai, dengan mengedepankan nilai-nilai demokrasi.
 
Ketua PMII Komisariat STAI DDI Pangkep, Sarif Rahman mengatakan mahasiswa sebagai agen perubahan, agen sosial dan agen kontrol harus berperan penting dan ikut andil dalam pemilihan umum.
 
"kami berharap Pilkada di Pangkep ini berjalan damai, beda pilihan itu wajar dalam berdemokrasi. Justru perbedaan itulah menjadi warna dalam dinamika berdemokrasi," jelas Sarif Rahman, usai deklarasi.
 
Lebih lanjut disampaikan Sarif, jika deklarasi tersebut merupakan pernyataan sikap nyata dari organisasi yang dinahkodainya. 
 
Diapun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjunjung nilai-nilai demokrasi. (mcpangkajene)

Pangkep, Diskominfo -- Bencana angin puting beliung sendiri menerjang hampir seluruh wilayah Pangkep. Dampak terparah terletak di kecamatan pulau Liukung Kalmas. Di sana tercatat 132 rumah porak poranda. Diantaranya terdapat Puluhan rumah yang rata dengan tanah akibat diterjang angin kencang.

Saat ini para korban pun ada yang menumpang di tetangganya untuk berteduh dari hujan. Ada pula yang tetap menempati rumahnya meski sudah mengalami rusak parah.

Menurut Kapolsek Liukang Kalmas, AKP Nompo, bahwa saat ini warga di sana sedang gotong royong untuk saling membantu. Tapi dengan kondisi seadanya.

"Warga masih menunggu bantuan. Sampai saat ini memang belum ada bantuan yang sampai. Kalau kondisi warga, mereka masih truama dan sangat butuh uluran tangan. Kami dari Polsek pun siap mengawal jika ada masyarakat yang hendak membantu warga pulau," katanya.

Akibat carut marutnya proses pencairan bantuan dari pemerintah hingga membuat korban bencana mulai kelaparan membuat warga menggelar aksi penggalangan dana di beberapa titik.

Seperti mahasiswa yang rutin menggalang dana untuk segera disalurkan ke korban.

"Kami sudah Galang bantuan. Pemerintah tak bisa terlalu diandalkan saat seperti ini. Nanti saat ada maunya apalagi kepentingan politik, baru pemerintah cepat bergerak. Kami kecewa dengan pemerintah. Sehingga itu kami menggalang dana sendiri untuk segera diberikan ke korban yang ada di pulau," kata Ardan Aidin. (Mcpangkajene)

PANGKEP, Diskominfo -- Kaget bercampur rasa takut dirasakan Bunga (nama samaran) di Sabtu Siang, 11 Januari 2020. Dia yang tengah tidur siang tiba-tiba disambangi predator seks, Rijal.

Rijal sendiri merupakan tetangga Bunga. Keduanya merupakan Warga Kampung Bulu Sipong, Desa Bara Batu, Kecamatan Labakkang, Pangkep.

Rijal menjadi mimpi buruk buat Bunga yang tengah terlelap dalam tidurnya. Sebab, Bunga yang sendirian di rumah panggungnya terbangun setelah menyadari ada sesosok orang asing yang berbaring di sampingnya.

Menyadari kehadiran orang asing, Bunga seketika kaget. Lalu sebilah parang panjang melengket di lehernya. Nada ancaman pembunuhan dikeluarkan Rijal. "Kalau berteriak, mati kau," ancam Rijal.

Bunga pun hanya bisa diam. Meski diselimuti rasa takut, dia tetap berusaha mencari akal. Sebab, pelaku sudah menyuruhnya untuk kembali berbaring sembari bersiap melayani nafsu sang predator seks tersebut.

"Balik, lepaskan celanamu," perintah pelaku. Korban pun menuruti perkataan pelaku. Saat celana sudah sampai di lutut, Bunga memiliki ide untuk kabur. Dia berucap "saya mau kencing dulu." Pelaku pun mengijinkan korban ke kamar mandi.

Saat lengah, Bunga pun langsung menuju jendela rumah di bagian dalam. Tanpa pikir panjang, gadis ayu itu loncat dari atas rumah panggungnya.

Naas, dia mendarat tak sempurna. Kakinya terkilir. Parahnya lagi, pijakannya saat mendarat terdapat beberapa pecahan kaca. Kakinya pun mengalami luka robek hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Pelaku yang menyadari telah dikelabui korban, pun nekat mengejar dengan melompat dari jendela yang sama. Bunga yang sudah tak berdaya hanya bisa berteriak minta tolong.

Beruntung, disaat itu kondisi kampung tengah ramai. Warga mendengar jeritan korban dan berdatangan untuk menolong. Mengetahui sudah tak bisa memangsa korbannya, Rijal pun kabur meninggalkan Bunga yang sedang meringis kesakitan. Warga pun bergotong royong menolong korban.

Kerabat Korban, HN (46) pun langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Labakkang, Polres Pangkep. Kapolsek Labakkang Iptu H. Muhammad langsung menindaki laporan tersebut dan memerintahkan kanit Reskrim Polsek Labakkang, Aiptu Sukrianto untuk mencari pelaku.

Tak butuh waktu lama untukenangkap sang predator seks tersebut. Rijal langsung diamankan di kediamannya yang memang satu kampung dengan korban.

Aiptu Sukrianto, menjelaskan bahwa saat penangkapan, pelaku tak bisa mengelak dan kabur. Tim yang turun telah mengepung kediamannya dan membawa saksi yang melihat pelaku saat kabur.

"Kita sudah amankan pelaku. Saat ini pelaku kita titipkan di Mapolres Pangkep. Perkaranya pun telah kita limpahkan ke ke unit PPA Polres Pangkep guna penyidikan lebih lanjut," tutupnya. (Mcpangkajene)

Monday, 13 January 2020 00:00

Kondisi Air Bendung Tabo-tabo Masih Normal

PANGKEP, Diskominfo -- Meski beberapa hari ini, intensitas hujan cukup tinggi di kabupaten Pangkep.
 
Akan tetapi, kondisi air di bendung Tabo-tabo di desa Taraweang masih terpantau normal, Kamis(9/1/20).
 
Hal itu dibenarkan oleh petugas operasi bendung,  Udding. Katanya, kondisi saat ini ketinggian air pada pintu air terpantau 240 cm.
 
"Kondisi sekarang masih normal, ketinggian masih 240 cm, sempat mencapai 260 waktu awal tahun,"jelasnya.
 
Ditambahkan oleh kepala seksi perencanaan irigasi dan air baku dinas pekerjaan umum, Danir Rahmat, kondisi air saat ini masih terhitung normal.
 
Akan tetapi, mengingat curah hujan yang tinggi pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi air.
 
"240 cm ini masih normal, bukaan pintu air juga masih 60 cm. Kalau sudah capai 400 cm, sudah siaga dan itu biasanya sudah banjir,"jelasnya. (Mcpangkajene)
Page 5 of 66

Alamat : Jl. Sultan Hasanuddin

               (Kantor Bupati Pangkep) Pangkajene

Telp     :  (0410) 21004

Email   :  [email protected]

               [email protected]

 

 

 

Galery