All for Joomla All for Webmasters
Rifai

Rifai

Monday, 13 January 2020 00:00

Rapat Pembentukan Panitia HUT ke-60 Pangkep

PANGKEP, Diskominfo -- Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pangkep yang ke-60 yang jatuh pada 8 Februari 2020 nanti akan digelar secara meriah. Perayaannya pun diagendakan akan berpusat di Alun-alun Citra Mas.

Panitia penyelenggaranya pun telah dibentuk. Pada Rapat pembentukan panitia Hari Jadi ke-60 Pangkep, di kantor bupati, Jumat, 10 Januari 2020, Asisten II Pemkab Pangkep, Idris Sira ditunjuk sebagai ketua panitia.

Rapat yang dipimpin oleh wakil bupati Pangkep, Syahban Sammana ini pun belum mengambil keputusan pasti terkait tema yang akan digunakan.

"Saat ini Pemkab telah membentuk panitia dan memilih ketua panitia. Terkait pengembangannya akan mengikuti hasil rapat panitia selnjutnaya," ujar Syahban.

Dikatakannya, untuk puncak pelaksanaan HUT Pangkep, kemungkinan besar dilaksanakan di lapangan Alun-alun Citra Mas. "Kita masih akan rapat lagi, sambil menunggu persetujuan Bupati," kata Syahban.

Sementara Idris Sira mengatakan, agenda selanjutnya akan membentuk susunan panitia. "Minggu depan berharap kepanitiaan akan rampung," katanya. (Mcpangkajene)

PANGKEP, Diskominfo -- Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana turun langsung meninjau lokasi genangan.
 
"Sejumlah titik dalam kota ini tergenang air, mudah-mudahan ini sekadar genangan saja. Kita berharap ini cepat berlalu, kita juga sudah cek semua drinase, pompa dan tim terkait juga sudah turun,"ujarnya, Ahad (12/1/20).
 
Curah hujan sejak kemarin hingga hari ini di Pangkep cukup tinggi, akibatnya sejumlah titik terjadi genangan.
 
Sejumlah titik yang tergenang air diantarnya jalan HM Arsyad B, Jalan Kesehatan dan jalan Flamboyan.
 
Selain genangan pada sejumlah titik, juga dilaporkan sejumlah pohon tumbang. Olehnya itu, warga diminta tetap berhati-hati dan siaga. (Mcpangkajene)

PANGKEP, Diskominfo -- Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di Pangkep selama belasan jam mulai memberikan dampak merugikan. Tercatat 18 kejadian Benca alam yang terjadi pada Minggu, 12 Januari 2020.

Pemicu fenomena ini pun disebabkan oleh angin Monsun asia yang melintasi Kabupaten Pangkep. Selain Pangkep, tercatat hampir seluruh daearah di Sulsel diguyur hujan deras.

Dalam rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep, tercatat lima kejadian banjir serta 13 kejadian angin puting beliung yang merusak beberapa rumah serta menumbangkan pohon.

Beruntung dari kejadian tersebut, tak ada korban jiwa. Kerugian materil pun masih terus didata oleh BPBD Pangkep. Sebab hingga saat ini, BPBD masih mengumpulkan data akurat untuk segera menyalurkan bantuan.

PLT Kepala BPBD Pangkep, Kallang Ambo Dalle menjelaskan bahwa data yang ada saat ini masih bersifat insidentil. Sewaktu-waktu data bencana tersebut bisa bertambah mengingat masih ada sejumlah wilayah yang belum melaporkan situasi terkini.

"Kami masih juga membuka layanan pada masyarakat untuk melaporkan situasi terkini apabila terjadi bencana alam. Masyarkat bisa mengadukan ke posko siaga bencana yang kami siapkan serta menghubungi kontak 0853-4027-0370. Selain itu bisa juga melalui Facebook dengan nama BPBD Kab Pangkep," katanya.

Untuk situasi terkini, dia merincikan bahwa total rumah yang rusak sebanyak lima rumah, masing-masing di Wilayah Tonasa dua sebanyak dua rumah, serta di wilayah pulau Balang Lompo sebanyak tiga rumah.

Kallang menambahkan, bahwa BMKG memprediksi hujan disertai angin kencang kembalibakan terjadi pada malam hari hingga 15 Januari mendatang. "Masyarakat harus tetap waspada," katanya. (Mcpangkajene)

PANGKEP, Diskominfo -- Hampir seluruh wilayah di Sulawesi Selatan (Sulsel) diguyur hujan deras. Bahkan di beberapa daerah dampaknya sudah terasa, seperti banjir, puting beliung, pohon tumbang hingga tanah longsor.

Di Kabupaten Pangkep sendiri, banjir udah mulai merendam di sejumlah titik. Pohon tumbang di mana-mana, tanah longsor untuk daerah pegunungan dan pinggiran sungai, serat bencana puting beliung di wilayah kepulauan.

Saat ini pemerintah setempat, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep masih mendata. Selain itu status darurat bencana waktunya diperpanjang hingga dua pekan kedepan.

Dengan status darurat tersebut, BPBD Pangkep meminta warga untuk mengurangi aktifits di luar rumah, utanya petani yang menggarap sawah, nelayan untuk cuti melaut serta mengendarai kendaraan di jalan raya saat hujan deras terjadi.

PLT Kepala BPBD Pangkep, Kallang mengungkapkan saat ini Pangkep status darurat bencana. Jadi masyarkat dihimbau untuk siaga di rumah dan tak beraktifitas di luar rumah.

"Kalau data bencana belum ada masuk laporan. Tapi saat ini sudah ada beberapa titik banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang. Semoga saja tak ada korban atas musibah saat ini," katanya. (Mcpangkajene)
 
 
 
PANGKEP, Diskominfo - Kantor Diskominfo Kabupaten Pangkep yng terletak di kantor Bupati Pangkep memprihatinkan, plafon disejumlah ruangan rusak, bahkan atap ruangan juga bocor dibeberapa titik.
 
Kepala Bidang Info publik Diskominfo pangkep, Adil Makmur Alwi mengaku jika kondisi tersebut sudah terjadi sejak dua tahun terakhir, termasuk janji Dinas Tata Ruang Pemkab untuk memperbaiki kerusakan, urung direalisasikan.
 
"Sudah dua tahun terakhir ini kondisi bangunan seperti ini, atap rusak, dan bocor kalau hujan, kita terus menanti perbaikan, tapi tak kunjung ada," keluh Adil, senin (13/01).
 
Setiap musim hujanpun, staf kantor mendapat pekerjaan tambahan, yakni menadah hingga mengepel air hujan yang merembes lewat plafon ruangan akibat atap yang bocor.
 
Adil berharap ada solusi terkait hal tersebut, lantaran saat ini banyak alat elektronik yang rentan rusak, di ruangan tersebut.
 
"Di ruangan command center ini banyak sekali peralatan elektronik, baik itu peralatan pantauan CCTV maupun peralatan media Pangkep TV," tambahnya.
 
Diskominfo sendiri sudah beberapa kali melakukan pemeliharaan dan penanganan dasar, termasuk menambal atap yang bocor. Sejak dibangun tahun 2000-an silam, gedung kantor tersebut tidak pernah mendapat perbaikan. (Mcpangkajene)

PANGKEP. Diskominfo -- Warga Kelurahan Kassi, Kecamatan Balocci menumpahkan keluh kesahnya kepada anggota DPRD Pangkep terkait luapan air di saluran drainase pinggir jalan poros Kassi. Masyarakat pun meminta agar pemerintah bisa memberikan solusi terkait luapan air saat hujan turun.

Komisi III DPRD Pangkep pun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut. Mereka langsung melakukan peninjauan di titik yang sering dikeluhkan masyarakat tersebut.

Ketua Komisi III DPRD Pangkep, Ramli mengatakan bahwa kunjungan tersebut untuk melihat langsung keluhan masyrakat selama ini yang masuk ke DPRD. "Kami ingin tahu seperti apa sebetulnya kondisi di sana. Apa penyebab air selalu meluap," katanya, Rabu, 8 Januari 2020.

Ketua Fraksi Nasdem, Haris Gani menambahkan bahwa dari hasil peninjauan dan diskusi dengan pemerintah kelurahan disimpulkan penyebab seringnya air meluap akibat ujung dari aliran air tersebut tertutup oleh lahan persawahan warga. Sehingga saat hujan deras air kerap meluap hingga masuk ke penjara gan rumah warga.

"Kita sudah tahu apa penyebabnya. Sekarang kita tinggal tunggu tindak lanjut dari pemerintah kelurahan agar segera membebaskan lahan guna pembangunan drainase. Kita tidak bisa anggarkan kalau persolan lahan belum tuntas," katanya.

Lurah Kassi, Zulfikar mengakui bahwa keluhan masyarakat tersebut telah beberapa kali diterimanya. Dia sendiri pun akan berusah berdiskusi dengan warga utamanya pemilik sawah agar mau sebagian tanahnya digunakan untuk pembangunan drainase.

"Tentu akan dibebaskan. Kita akan diskusi. Ini agar drainse bisa dikerjakan. Sebab kalau dibiarkan terus begini maka luapan air akan terus terjadi," ucapnya. (Mcpangkajne)

Page 6 of 66

Alamat : Jl. Sultan Hasanuddin

               (Kantor Bupati Pangkep) Pangkajene

Telp     :  (0410) 21004

Email   :  [email protected]

               [email protected]

 

 

 

Galery