All for Joomla All for Webmasters
Rifai

Rifai

Friday, 10 January 2020 00:00

Cuaca Ekstrem, Nelayan Rehat Melaut

Pangkep, Diskominfo -- Cuaca ekstrem pada musim penghujan ini, gelombang air laut tinggi melanda wilayah perairan kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) membuat para nelayan  tradisional terpaksa sementara waktu berhenti melaut. 
 
Para nelayan itu di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep  mulai menarik bagan atau alat tangkap ikan ke pesisir pantai. Hal itu dikarenakan cuaca tidak bersahabat kepada mereka.
 
Sejak beberapa hari terakhir cuaca tidak bersahabat dengan intensitas curah hujan tinggi disertai angin kencang. Setiap hari ombak besar disertai angin kencang terjadi di wilayah perairan Pangkep, hingga pada akhirnya, nelayanpun sementara waktu rehat melaut.
 
Salah seorang nelayan Syarifuddin (40), asal Desa Bulucindea, Kecamatan Bungoro, mengaku lebih memilih memperbaiki jaring ikan ketimbang melaut, sebab resiko yang cukup membayakan dirinya.
 
“Sudah hampir seminggu warga disini tidak melaut. Itu karena ombaknya cukup tinggi. anginnya sangat kencang,”katanya, Rabu 8 Januari, kemarin.
 
Menurutnya, aktivitas tangkap ikan dan kepeting dilaut dekat pulau kulambing, sabutung, cambang-cambang  dan pulau Layya. "Tergantung cuaca, kalau sudah membaik, kami sudah bisa pergi melaut,"jelasnya.
 
Untuk saat ini, para nelayan  lebih memilih memperbaiki jaring, dan juga memperbaiki perahu yang rusak. Itu dilakukan agar saat cuaca membaik bisa beroperasi kembali.
 
Dia berharap cuaca segera normal. Pasalnya, apabila cuaca buruk cukup lama, otomatis pendapatan meraka berkurang karena mata pencariannya hanya berasal dari tangkapan ikan laut.
 
“Kami harap cuaca segera normal. Karena kalau terlalu lama, dapur bisa tidak mengepul,” tuturnya.
 
Diketahui, perahu nelayan yang digunakan Warga Desa Bulucindea ini berkapasitas kecil untuk menangkap ikan. (Mcpangkajene)
PANGKEP, Diskominfo - Tingginya intensitas curah hujan di awal tahun 2020 ini, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai siaga. Kabupaten Pangkep sendiri hampir setiap tahun menjadi langganan banjir. 
 
Wakil Bupati Pangkep, H Syahban Sammana yang ditemui rabu (08/01) mengatakan, dalam hal penanggulangan bencana, dibutuhkan sinergi seluruh pihak baik ditingkat desa/kelurahan hingga kabupaten.
 
"Menanggulangi bencana ini kita harus bersama-sama, semua tingkatan. Sebenarnya sudah jauh-jauh hari kita sudah antisipasi, karena Pangkep ini akrab dengan banjir tiap tahunnya,"Ujar Syahban, usai memimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam, di Lapangan Citra Mas Pangkajene.
 
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Pangkep, Kallang Ambo Dalle mengatakan saat ini telah dibangun dua posko penanggulangan bencana. Posko utama terdapat di halaman gedung Islamig Center, kemudian satu posko pengendalian dan monitoring tanggap bencana, di kelurahan tekolabbua, kecamatan Pangkajene. 
 
"Posko pengendalian dan monitoring ini dekat dengan muara sungai kampung lembaya, kelurahan tekolabbua. lokasinya disitu kita dirikan lantaran diwilayah itu sering terjadi kapal kandas, dan sekaligus monitor gelombang laut," jelas Kallang
 
BPBD sendiri mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada lantaran banjir tidak hanya akibat curah hujan tinggi, namun adanya luapan air sungai akibat pertemuan gelombang laut,"tambahnya.
 
Khusus dua titik yang menjadi rawan banjir dengan genangan tertinggi, yang terletak di Jalan Flamboyan, keluarahan Padoang-doangan, dan di Jalan Andi Ma'rudani, keluarahan Tumampua, kecamatan Pangkajene, sudah diantisipasi dengan pembangunan saluran air baru, dan satu unit pompa mobile berkapasitas besar yang disiapkan dinas Pekerjaan Umum. (Mcpangkajene)
Pangkep, Diskominfo -- Demi menjaga  kebersihan dan penataan tata ruang kota, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), tertibkan gerobak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdapat di pusat kota sekitar halaman tugu bambu runcing dan taman musafir Pangkep.
 
Terdapat puluhan gerobak PKL terpaksa disita dan dibawa ke markas Satpol PP Pangkep. Lantaran, telah berulanh kalai imbauan disampaikan ke pihak PKL, namun masih adanya yang tidak mengindahkan.
 
Kasat Pol PP Pangkep, Jufri Baso mengatakan pemerintah tidak menghalangi apa yang menjadi geliat perekonomian PKL di Pangkep, utamanya di jantung kota Pangkep. Namun, demikian pula tidak mengabaikan tampak tata ruang kota yang baik. 
 
"Kita tidak sita gerobaknya secara berkelanjutan. Hanya saja penyitaan itu terpaksa dilakukan lantaran tidak mengindahkan imbaun berkali-kali, kita berika pembinaan terhadap PKL untuk memahami pula penataan tata ruang kota,"Ujar Jufri Baso, Kamis 9 Januari, kemarin.
 
Lanjut dikatakan, penindakan ini dilakukan tentunya berdasar. Dengan bekerjasama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD). "Menciptakan tata ruang kota yang asri dan indah dipandang ini, harus dilakukan tindakan demikian. Kita bekerjasama dengan Dinas Tata Ruang, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH),"terangnya.
 
Ditambahkan, Pemerintah sangat mensupport apa yang menjadi geliat perekonomian PKL di jantung kota Pangkep. Sampai saat ini, tidak ada larangan PKL berjualan di sekitar lokasi tersebut, melainkan Pemerintah memberi fasilitas dan wadah. "Tidak ada larangan, tapi kita mengimbau kepada PKL untuk bagaimana setelah berjualan, getobaknya setelah berjualan dibawa ketempat yang tidak mengganggu tampak penataan tata ruang kota,"jelasnya. (Mcpangkajene)
Friday, 10 January 2020 00:00

Debit air Bendungan Tabo-tabo masih aman

PANGKEP, Diskominfo -- Bendungan Tabo-tabo di Pangkep saat ini masih berstatus normal. Meski begitu, masyarkat diminta untuk tetap waspada jika sewaktu-waktu intensitas hujan meninggi hingga menyebabkan air meluap.

Dari pantauan Tajuk.co.id, Kamis, 9 Januari 2020, debit air di Bendungan terbesar di Pangkep itu masih diangka 240 cm. Sedangkan batas maksimal bendungan adalah 400 cm.

Kepala Seksi Perencanaan Irigasi dan Air Baku Dinas Pekerjaan Umum, Danir Rahmat menjelaskan debit air saat ini masih sangat normal. Sepanjang 2020 ini, volume air sempat naik namun masih diangka aman beberapa waktu lalu.

"Pangkep kan sempat dilanda hujan deras selama beberapa hari. Di situ debit air sempat naik. Tapi masih aman, karena saat itu hujan sempat reda dan juga air dari hulu tak besar (hujan lokal Pangkep). Sedangkan di pantai air tak pasang, jadi air tak meluap," jelasnya.

Dia pun mengungkapkan, sesuai status darurat bencana yang diberlakukan Kabupaten Pangkep sejak awal pekan lalu, dia dan petugas terkait di bendungan Tabo-tabo selalu mobile memantau debit air.

"Setiap hari di pantau. Pagi, siang, malam kita pantau. Memang ada petugas yang jaga di sini. Merek sif-sifan melihat debit air, jika hujan deras melanda Pangkep," katanya.

Secara terpisah, Plt Kepala BPBD Pangkep, Kallang Ambo Dalle mengungkapkan bahwa saat ini Pangkep berstatus darurat bencana. Dia pun mengimbau masyarakat untuk siaga dengan potensi banjir, air pasang, angin puting beliung hingga tanah longsor.

"Apalagi ada fenomena angin muson Asia. Kita berharap masyarakat siaga. Tak perlu panik, tapi tetap siaga. Mudah-mudahan tak ada musibah menimpa Pangkep dan kita semua," tegasnya. (Mcpangkajene)

PANGKEP, Diskominfo -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Pangkep siagakan dua posko penanggulangan bencana.
 
Dikatakan Kepala pelaksana BPBD Pangkep, Kallang Ambo Dalle, Posko utama penanggulangan bencana terletak di halaman kantor Islamic Centre, Pangkajene.
 
Sementara Posko yang kedua terletak di kampung Lembayya, Kelurahan Tekolabbua. Lokasi posko kedua ini dekat dengan muara sungai.
 
"Sengaja kita tempatkan Posko pengendalian dan monitoring ini  dekat muara sungai. Untuk dapat memberi imbauan secepatnya kepada masyarakat ketika gelombang laut tinggi, agar waspada dini. Dikarenakan musim penghujan itu, apalagi dengan intensitas curah hujan tinggi, banjir terjadi bukan hanya karena genangan air hujan tapi, juga adanya luapan air sungai ketemu dengan gelombang laut,"jelasnya. (Mcpangkajene)
Friday, 10 January 2020 00:00

Pangkep Dalam Kondisi Darurat Bencana

PANGKEP, Diskominfo -- Angin Monsun Asia diperkirakan akan melintasi kawasan Sulawesi Selatan (Sulsel), selama empat hari kedepan, 9-12 Januari 2020 nanti. Imbasnya, Sulsel bagian barat cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Kabupaten Pinrang, Kota Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep utamanya wilayah kepulauan, Kabupaten Maros serta Kota Makassar.
 
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Wilayah IV Makassar telah mencatat adanya peningkatan aktivitas angin Monsun Asia di seluruh kawasan tersebut. Masyarakat pun diminta mewaspadai fenomena tersebut.
 
Prakirawan BMKG Sulsel, Ariani Idrus, menjelaskan bahwa angin Monsun Asia menyebabkan penambahan massa udara basah. Pola pertemuan udara dari laut Jawa hingga Sulawesi dan adanya Madden Julian Oscillation (MJO) fase basah yang bergerak menuju Indonesia bagian tengah.
 
"Kondisi dinamika atmosfer tersebut pun akan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sulawesi Selatan," katanya.
 
Di Kabupaten Pangkep sendiri, wilayah yang akan terdampak fenomena tersebut dominan di wilayah kepulauan, utamanya daerah wilayah Kecamatan Liukang Kalmas.
 
Sedangkan untuk daratan dampak terparahnya adalah hujan deras dengan intensitas yang lama. Hal ini dikhawatirkan dapat memicu banjir apabila air meluap dari sungai Pangkajene serta longsor untuk wilayah pegunungan.
 
Karena itu, BPBD Pangkep memberlakukan status darurat bencana hingga kondisi dianggap kondusif kembali.
 
Lebih lanjut, warga diminta mewaspadai gelombang tinggi 2,5 hingga 4 meter di wilayah perairan, utamanya di sekitaran wilayah Selat Makassar, meliputi wilayah Pulau Kecamatan Liukang Kalmas.
 
Gelombang tinggi disinyalir juga terjadi di Perairan Spermonde, Perairan Parepare, Perairan Sabalana, Perairan Selayar, Teluk Bone, Laut Flores dan Perairan Pulau Bonerate-Kalotoa.
 
Pengguna layanan transportasi darat, laut, dan udara diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi. Utamanya angin kencang dan gelombang tinggi yang akan terjadi empat hari ke depan. (Mcpangkajene)
Page 7 of 66

Alamat : Jl. Sultan Hasanuddin

               (Kantor Bupati Pangkep) Pangkajene

Telp     :  (0410) 21004

Email   :  [email protected]

               [email protected]

 

 

 

Galery