All for Joomla All for Webmasters
Admin

Admin

Pangkep, InfoPublik - Meski jumlah siswa dari sembilan SMA Kepulauan berjumlah ratusan orang yang mengikuti USBNBK di sejumlah SLTA di wilayah daratan Kabupaten Pangkep, namun pihak SLTA daratan ini mengaku tidak keberatan.

Bahkan mereka siap memfasilitasi sejumlah SMA dan SMK yang ada diwilayah kepulauan untuk mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional dan Berbasis Komputer (UNBK) di sekolahnya.

Kepala SMKN 1 Pangkep Muh Nurdin mengaku pihaknya  menyiapkan lima laboratorium yang akan digunakan secara bertahap untuk ratusan siswa  di sekolahnya, ditambah ratusan siswa yang berasal dari wilayah kepulauan, untuk mengikuti USBNBK .

Saat ini lima lab yang  digunakan dalam proses USBNBK yang sudah memasuki ujian dihari ketiga ini, Rabu (21/3). "Khusus siswa kami disini ada 503 orang sebagai peserta ujian.  Kemudian ditambah dengan ratusan siswa dari Pulau Salemo yang juga ikut ujian di sekolah ini ," kata Nurdin. 

Selain itu sudah disiapkan komputer cadangan, siapa tahu ada yang tiba-tiba mengalami error. Langkah ini sebagai antisipasi secara dini.

Hal yang sama diungkapkan , Kepala SMAN 11 Pangkep Firdaus juga tak menampik jika di sekolahnya menampung sejumlah siswa dari pulau yang mengikuti USBNBK di tempatnya. Pihaknya juga telah menyiapkan dua laboratorium dengan 80 unit komputer dalam ujian tersebut.

"Alhamdulillah keikutsertaan siswa asal Pulau selama tiga hari dari pelaksanaan ujian ini, berlangsung aman dan lancar," kata Firdaus .

Sementara itu, Kepala UPT Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel Wilayah Pangkep Hery Mahmud mengaku, sangat mengapresiasi kesediaan sejumlah sekolah di daratan yang  bersedia menampung dan memfasilitasi pelaksanaan USBNBK bagi SMA yang berasal dari pulau.

"Pokoknya siswa tidak boleh dibebani biaya untuk pelaksanaan USBNBK. Biaya transportasi ke daratan semua menjadi tanggung jawab sekolah masing-masing ," ucap Hery .(udi/Mc pangkajene/toeb)

Pangkep, InfoPublik -- Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) juga dilaksanakan sejumlah SMA yang ada di Kabupaten Pangkep, salah satunya di SMAN 11 Pangkep.

Kepala SMAN 11 Pangkep, Firdaus mengaku, pihaknya maksimal dalam pelaksanaan USBN berbasis komputer tersebut. Seperti yang terlihat di salah satu laboratorium komputer, ratusan siswa sedang mengerjakan soal ujian dengan sistem komputer secara online.

"Ada 240 siswa disini, semua sistem ujian kita gunakan berbasis komputer. Ini juga untuk membiasakan siswa dalam pelaksanaan UNBK nantinya. Maka kita mulai dengan mengerjakan soal ujian sekolah terlebih dahulu,"paparnya, saat ditemui, Rabu (21/3).

Olehnya itu, pihaknya menyiapkan 80 unit komputer dengan dua laboratorium untuk pelaksnaan USBN ini dan untuk pelaksanaaan UNBK nantinya.(nah/Mc pangkajene/toeb)

Pangkep, InfoPublik -- Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Pangkep menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka World Oral Healthy Day 2018.

Ketua Panitia Drg Hj A Sima Fatimah, Rabu (21/3), mengatakan, ada berbagai kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan ini.

Diantaranya, pemeriksaan DMFT dan OHIS seluruh siswa SDN 55 Bontoa sebanyak 201 anak, dan tambahan 49 anak dari SD Neg 19 kajuara, sehingga totalnya sebanyak 250 siswa yg diperiksa. 

Kemudian menggelar pelatihan guru UKS di sekolah wilayah Bontoa dan Kalabbirang, Pelatihan dokter gigi kecil yg terpilih menjadi Duta Gigi Sehat 2018. "Ada banyak rangkaian kegiatan kita sebagai bentuk semarak peringatan ini," katanya,.

Puncaknya pada hari ini dengan agenda utama sikat gigi massal melibatkan 500 siswa siswi SD diwilayah Bontoa dan Kalabbirang, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan lanjutan OHI-S dan DMFT 250 siswa yg sama. (nah/Mc pangkajene/toeb)

Pangkep, InfoPublik - Pelayanan  pasien di RSUD Pangkep kembali dikeluhkan beberapa pasien yang terpaksa membeli obat diluar Rumah Sakit. Bahkan beberapa keluarga pasien mengeluhkan minimnya obat yang disediakan pihak RSUD Pangkep.

Salah seorang keluarga pasien asal Pulau di Kecamatan Liukang Tupabiring, Sukri, mengeluhkan pelayanan pamannya yang dirawat di RSUD Pangkep. Keluarganya beberapa kali terpaksa membeli obat di apotek luar Rumah Sakit.

"Paman saya itu sudah empat hari dirawat, sejak saat itu saya selalu mondar mandir ke apotek untuk menebus resep dari dokter. Meski paman saya punya KIS. Tetapi, tetap diminta membeli  obat diluar," keluh Sukri.

Sementara itu, Direktur RSUD RSUD Pangkep dr Annas Ahmad saat dikonfirmasi, Rabu (21/3), menjelaskan pihaknya belum menerima laporan tentang adanya pasien yang diminta membeli obat diluar Rumah Sakit.  "Informasi ini harus dichek kebenarannya. Apa jenis obatnya dan siapa nama pasiennya, " kata dr Annas.

Dikatakan dokter ahli bedah ini,  jika pembelian obat diluar RSUD Pangkep memang biasa terjadi apabila obat yang dibutuhkan pasien tidak tersedia di RSUD Pangkep. Tetapi itu bersifat kasuistis,  mungkin  alasan adanya permintaan pasien yang menginginkan obat paten,  atau karena ada obat yang tidak ditanggung oleh BPJS.

"RSUD Pangkep masih memiliki ketersediaan obat yang cukup.  Kalau pun  ada yang terbatas,  hanya pada jenis obat tertentu.  Itu pun tidak dalam waktu lama karena hanya menunggu suplai dari  distributor,"  kata Annas.  (Udi/Mc pangkajene/toeb)

Page 22 of 22

Alamat : Jl. Sultan Hasanuddin

               (Kantor Bupati Pangkep) Pangkajene

Telp     :  (0410) 21004

Email   :  diskominfo@pangkepkab.go.id

               diskominfopangkep@gmail.com

 

 

 

Galery